Selasa, 07 September 2010

INI AKU SEORANG MAHASISWA


Aku seorang mahasiswa. Sosok idealis ditengah masyarakat, sosok yang bersahaja yang dipandang sebagai orang berpendidikan yang jelas-jelas tahu aturan dan adat. Yang sudah pasti tau bagaimana bersikap dan bertindak. Yang tak diragukan lagi paham betul bahwa kekerasan bukan apa-apa, bahwa kekerasan tak membuahkan kebaikan.


Aku seorang mahasiswa. Dengan gagah mengusung ideologi untuk bangsa. Ya!!! Untuk bangsa. Tak untuk yang lain. Aku yakin, bahkan sangat yakin dalam lubuk terdalam hati kita, bangsa ini dan masyarakatnya .Bangsa ini dan harga dirinya adalah yang utama dan terutama.
Aku seorang mahasiswa. Dalam pandangan masyarakat aku adalah sang pembawa aspirasi, aku tahu itu. Tak jarang aku diperlakukan istimewa, saat aku mengatakan pada mereka aku mahasiswa. Ya!!! Aku mahasiswa. Begitu agungnya posisi ku dimasyarakat. Sadarkah engkau akan hal ini kawan aku yakin kau sadar.
Aku seorang mahasiswa. Entahlah, ada pergolakan batin yang terjadi padaku, apa yang harus kulakukan dalam situasi genting ini, BBM naik, bagaimana nasib rakyat. Aku mahasiswa, aku merasa bertanggung jawab akan hal ini, dan aku harus melakukan sesuatu. BERBUATLAH!!! Pekik teman-temanku, para mahasiswa.
Aku seorang mahasiswa . hari ini aku berdiri didepan jalanan, mengibarkan sang merah putih, menutup jalanan agar tak bias dilalui orang. Kenapa? Aku akan berorasi. Demi mereka juga. Demi bangsaku, demi masyarakat luas.


Aku mahasiswa . tak cukup rasanya sebatas mengibarkan sang merah putih, diujung sana temanku telah siap dengan ban bekas, dan disudut lain teman ku yang lain pun telah siap dengan api yang berkobar. Ya!!! Aku mahasiswa. Tak afdhal rasanya bila aku tak membakar ban bekas ini. Aku bakar saja, biar ramai. Aku bakar ban bekas ini disamping sang merah putih yang berkibar rendah. Hati kecilku menjerit tak takutkah engkau jika sang merah putih itu terbakar. Angin begitu kencang berhembus. Apa kau tak takut? Suara hatiku yang lain membenarkan apa yang kulakukan. Tenanglah wahai mahasiswa sang merah putih bangga atas apa yang kau lakukan!!!
TIDAK KAWAN!!!
Sang merah putihmu, kebanggaanmu, MENANGIS menyaksikan ini. Namun dia tak menjerit. Dia hanya merasakan panas. Namun masih bias ditahannya. Karena satu keyakinan kawan. Kita mahasiswa. Sosok akademisi yang keluar dari gedung megah bernama perguruan tinggi membawa bekal ilmu dan akal.
Aku mahasiswa. Ada mobil plat merah yang melintas, teman-temanku sesama mahasiswa berteriak. BAKAR!!! BAKAR!!! Aku terbakar, semangatku membuncah, aku lari menghampiri mobil itu, memaksa penumpangnya untuk turun dan API SEMANGAT itu semakin membakarku. Aku menghancurkan mobil itu. Tak cukup aku membantingnya hingga terguling, ada luapan kepuasan terasa, dan sama halnya sepertiku temanku begitu semangat mengangkat kedua tangannya dan meneriakkan YEAH!!! Seakan dia telah memenangkan sesuatu yang amat berharga. Tunggu dulu, suara itu kembali terngiang, mengajukan pertanyaan. Kenapa kau membakar mobil itu? Karena itu mobil yang dikendarai sang penguasa yang tetap duduk kokoh disinggasananya, aku rasa dengan membakar mobil ini, dia akan sadar dan akan serta merta keluar mengabulkan permohonan kami karena takut. Itukan mobilku, mobilmu, mobil rakyat, aku kembali dibantah. Itu mobil yang dibeli dari hasil uang kita, uang rakyat. Dengan membakarnya kau telah membakar salah satu asset Negara kita. Sadarkah kau kawan? Kau berarti telah membumi hanguskan uang rakyat. Kawan Ingat kau berjuang hari ini untuk rakyat. 



Aku seorang mahasiswa! Kulihat dari kejauhan aparat datang akan menyerbu kami, kulihat seorang temanku dengan sikap mengejek menunjukkan bokongnya pada sang aparat. Entah apa maksudnya. Tapi yang kutahu ini pastilah dirasakan sebagai penghinaan,.
Tapi tunggu, apa aku tak salah lihat? Temanku yang juga seorang mahasiswa melakukan hal seperti itu?
Disudut jalan itu. Ada suara jerit panjang terdengar, hysteria tangis membuncah. Ada apa? Kulihat sang merah putihku, kebanggaanku, tak kuasa lagi menahan semuanya, dia menjerit, Kuat , HENTIKAN KEGILAAN INI.
Aku seorang rakyat. Aku bangga pada mahasiswa, aku bangga jika melihat anakku masuk diperguruan tinggi dan menyandang gelar mahasiswa. Tapi apa yang terjadi sekarang? Aku tak merasa perlu memasukkan anakku diperguruan tinggi, bukan ini yang kuharap, kulihat dari televisi dan beberapa kali kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri, betapa brutalnya aksi mereka, layaknya orang yang tak berpendidikan bahkan parahnya mereka pun dengan mudah dapat menyandang gelar tambahan manusiia tak beradab. Liar!!! Itu yang kutangkap. Apa ini yang mereka dapatkan di bangunan megah itu? Apa kekerasan adalah hasil belajar mereka bertahun-tahun? Aku benar-benar tak habis pikir. Tak dapatkah ilmu yang mereka dapatkan dibangku kuliah mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah dengan bukan hanya menuntut tapi memberi solusi pemecahan terbaik ? tentunya dengan ilmu.
Aku seorang mahasiswa. Aku malu menunjukkan wajahku padamu rakyat. Kini aku mungkin tak lagi jadi kebanggaanmu. Kini aku mungkin tak pantas lagi kau harapkan.
TIDAK!!! Wahai mahasiswa!!! Wahai anak-anak bangsa!!! Engkaulah tumpuan harapan kami!!!
Kau masih memilki waktu untuk merubah ini semua. Kami yakin akan kemampuanmu mahasiswa!!! Kaulah generasi muda bangsa ini yang akan meneruskan cita-cita luhur nenek moyang kita.
KAMI YAKIN KAU MAMPU MENUNJUKKAN YANG TERBAIK
KAMI MENUNGGUMU MAHASISWA.
YA!!!! Akupun yakin
Karena KITA ADALAH MAHASISWA

0 komentar:

 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

Great Morning ©  Copyright by SECRET'S BOOK | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks